Lombok Timur, NTB — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lombok Timur menyelenggarakan kegiatan Dialog Kebangsaan yang melibatkan tokoh pemuda, mahasiswa, dan pelajar lintas organisasi pada Kamis, 27 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di aula kantor Kementrian Agama Kabupaten Lombok Timur.
Acara yang bertema “Generasi Muda Garda Terdepan Menjaga Persatuan dan Keutuhan NKRI” ini menghadirkan sejumlah pembicara dari unsur tokoh agama, pemerintah, dan aparat pertahanan. Mereka duduk bersama di meja panel, menggambarkan kolaborasi lintas sektor dalam membangun suasana rukun dan harmonis.
Ketua FKUB Lombok Timur dalam sambutannya menegaskan bahwa peran pemuda sangat vital dalam menjaga kerukunan umat beragama, terutama di era modern yang sarat dinamika sosial. Menurutnya, generasi muda bukan hanya pewaris bangsa, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam merawat keberagaman sebagai kekuatan, bukan pemecah belah.
“Kerukunan tidak datang dengan sendirinya. Ia harus dirawat oleh generasi penerus, terutama anak muda yang hari ini menjadi penggerak perubahan,” ungkapnya dalam sesi pembukaan.
Para narasumber lainnya turut menyoroti tantangan kebangsaan yang dihadapi pemuda saat ini, mulai dari maraknya disinformasi hingga meningkatnya potensi intoleransi di ruang publik. Mereka juga mengajak peserta untuk mengedepankan dialog, memperluas wawasan, serta aktif terlibat dalam kegiatan positif yang memupuk nilai-nilai kebhinekaan.
Seorang perwakilan dari unsur aparat keamanan menyampaikan bahwa tugas menjaga keutuhan NKRI tidak hanya berada di pundak TNI dan Polri, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Sesi dialog berjalan interaktif, di mana peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta ide-ide yang berkaitan dengan penguatan toleransi antarumat beragama. Banyak peserta mengangkat isu keberagaman lokal di Lombok Timur dan tantangan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta dan narasumber menyepakati komitmen bersama untuk terus menghidupkan nilai-nilai persatuan, kerukunan, dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat. Acara ditutup dengan suasana hangat, mencerminkan harapan besar terhadap peran pemuda sebagai pilar harmoni dan penjaga masa depan bangsa.